Ada satu hal yang tidak pernah benar-benar pergi dari sebuah sekolah: jejak para alumninya.
Mereka mungkin telah melangkah jauh—menjadi guru, dokter, aparat, pengusaha, pekerja kreatif, pemimpin, bahkan orang tua hebat di rumahnya masing-masing. Namun bagi sekolah, setiap alumni tetaplah bagian dari cerita panjang yang tidak terpisahkan.
Begitulah yang diyakini Kepala SMA Negeri 3 Samarinda, Supartinah, S.Pd., M.Pd
Menurutnya, sekolah bukan hanya tentang gedung dan ruang kelas, melainkan tentang ke mana para lulusannya melangkah dan memberi manfaat setelah meninggalkan bangku pendidikan.
“Sekolah akan selalu bangga melihat alumninya tumbuh, berkembang, dan berhasil di jalan hidup masing-masing. Karena keberhasilan alumni adalah denyut hidup bagi almamater,” ujarnya.
Melalui pendataan Tracer Study dan Alumni, SMA Negeri 3 Samarinda mengajak seluruh alumni yang telah lulus minimal dua tahun untuk ikut mengambil bagian dalam penguatan data alumni sekolah.
Ajakan ini bukan sekadar urusan administrasi. Lebih dari itu, tracer study menjadi jembatan yang menyambungkan kembali cerita antara sekolah dan para alumninya. Dari data tersebut, sekolah dapat melihat perjalanan lulusan, mengetahui kiprah alumni di tengah masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
Ibarat pohon besar, sekolah tidak hanya dinilai dari kuatnya batang yang berdiri hari ini, tetapi juga dari sejauh mana ranting dan buahnya tumbuh memberi manfaat. Alumni adalah buah dari proses panjang itu.
Karena itu, Kepala SMA Negeri 3 Samarinda mengajak seluruh alumni untuk tidak melewatkan kesempatan ini.
“Jangan biarkan jejak langkah kita hilang begitu saja. Sekecil apa pun kontribusinya, data yang diisi alumni akan sangat berarti bagi sekolah dan generasi berikutnya,” tambahnya.
Bagi para alumni SMA Negeri 3 Samarinda yang telah lulus minimal dua tahun, pengisian data dapat dilakukan melalui tautan berikut (silahkan klik tautan dibawah):
🔗 [Link Tracer Study & Alumni]
Satu isian data mungkin hanya memerlukan beberapa menit. Namun bagi sekolah, itu adalah kebanggaan, penguat, sekaligus bukti bahwa ikatan antara almamater dan alumninya tetap hidup hingga hari ini.
Salam juara, Satu keluarga, Smaga Samarinda.

Leave a Reply