Salah satu murid kelas XI-E, Ghathfa Aurel Al Kautsar, dipastikan akan berangkat ke Jerman pada Juli 2026 setelah berhasil meraih beasiswa Sommer-Jugendkurs (Kursus Musim Panas Remaja) dari Goethe-Institut melalui program PASCH (Schulen: Partner der Zukunft).
Tapi perjalanan menuju kesempatan ini jelas nggak instan. Ghathfa harus melewati seleksi panjang bernama Auswahlverfahren Sommerjugendkurs, yaitu proses pemilihan kandidat penerima beasiswa musim panas bagi pelajar dari sekolah mitra di Indonesia.
Di tahap awal, Ghathfa berhasil meraih nilai terbaik pada seleksi internal sekolah yang dilakukan secara online. Tesnya meliputi kemampuan lesen (membaca), hören (mendengar), dan schreiben (menulis) dalam bahasa Jerman. Lolos dari tahap itu, Ghathfa lanjut ke seleksi final bersama 28 peserta dari berbagai sekolah mitra PASCH di Indonesia untuk tes sprechen (berbicara). Di sini peserta diuji kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan bagaimana menyampaikan ide dalam bahasa Jerman.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penerima beasiswa ini sangat terbatas. Dari seluruh peserta, hanya 15 murid yang akhirnya terpilih untuk berangkat ke Jerman. Dan tahun ini, salah satunya adalah Ghathfa dari SMA Negeri 3 Samarinda.
Ghathfa dijadwalkan mengikuti program di Kota Goslar pada 5–25 Juli 2026. Menariknya, kota ini juga pernah dikunjungi siswa SMAGA sebelumnya, yaitu M. Darren Divaraya PD (2025) dan Ni Nengah Sintya (2004) dalam program yang sama. Selama di sana, peserta tidak hanya belajar bahasa Jerman secara intensif, tapi juga ikut kegiatan budaya, diskusi internasional, dan bertemu pelajar dari berbagai negara.
Dalam persiapannya, Ghathfa mendapat pendampingan penuh dari Roni Wijaya, S.Pd, guru Bahasa Jerman SMAGA, serta dukungan dari Kepala Sekolah Supartinah, M.Pd.
Intinya, peluang besar sering dimulai dari langkah kecil: rajin belajar, berani ikut seleksi, dan nggak takut mencoba kesempatan baru. 🌍✨
Wir sind stolz auf dich, Ghathfa! Herzlichen Glückwunsch!
Doc: @awwauweh | istimewa


Leave a Reply